Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wakil Bupati Kerinci Buka Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi 2025

26 Agustus 2025 | 20:00 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-27T03:00:55Z

 

Foto. Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.IP, M.Si., di Aula Kantor Bupati, didampingi oleh Kepala Dinas PUPR, Maya Nofevri Handayani.  Membuka  “Pelatihan, Pembekalan, dan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Tingkat Terampil Tahun 2025” Selasa (26/8/2025).

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar “Pelatihan, Pembekalan, dan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Tingkat Terampil Tahun 2025”. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.IP, M.Si., di Aula Kantor Bupati, Selasa (26/8/2025).

 

Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kerja yang akan menjalani sertifikasi pada dua jabatan, yakni Pelaksana Pekerja Saluran Irigasi Jenjang 2 dan Pelaksana Pekerjaan Operasi serta Pemeliharaan Jaringan Irigasi Jenjang 4.

 

Dalam sambutannya, Wabup Murison menekankan pentingnya sertifikasi sebagai upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga kerja di daerah.

 

“Kerinci adalah daerah agraris yang bergantung pada sistem irigasi. Tenaga kerja yang terampil dan tersertifikasi menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Dengan sertifikasi ini, pekerja tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga pengakuan resmi yang meningkatkan daya saing,” ujar Murison.

 

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

 

“Kami ingin warga Kerinci menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai pembangunan justru lebih banyak mengandalkan tenaga kerja dari luar. Program ini diharapkan melahirkan tenaga handal yang siap membangun Kerinci,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya Nofevri Handayani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari "Undang-Undang Jasa Konstruksi" yang mewajibkan setiap tenaga kerja memiliki sertifikat kompetensi.

 

“Kami ingin memastikan pekerjaan konstruksi, terutama saluran irigasi dan jaringan pemeliharaan, ditangani tenaga profesional dan tersertifikasi. Dengan begitu, kualitas pekerjaan terjamin dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Maya.

 

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi diarahkan langsung pada peningkatan keterampilan teknis di lapangan.

 

“Peserta akan mendapat pembekalan dari instruktur berpengalaman. Harapannya, mereka bisa bekerja lebih efisien, tepat sasaran, dan memahami standar teknis yang berlaku,” tambahnya.

 

Maya menegaskan program serupa akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya dengan cakupan jabatan kerja yang lebih luas di sektor konstruksi.


Penulis & Reporter : Sulaiman

Editor : Irawan

×
Berita Terbaru Update