Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Konflik PLTA Kerinci Merangin Hidro Kembali Memanas, Warga Tuntut Kesepakatan yang Adil

21 Agustus 2025 | 18:33 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-22T01:33:44Z
Dokumentasi fokuskerinci,com. warga Desa Pulau Pandan dan Desa Karang Pandan melakukan aksi demonstrasi di pintu masuk proyek PLTA tepatnya di Jembatan menuju Desa Tanjung Batu Kecamatan Keliling Danau. (21/8/2025) 


Kerinci – Konflik berkepanjangan antara masyarakat dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci Merangin Hidro (KMH) kembali pecah. Ratusan warga dari Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan menggelar aksi demonstrasi dengan menutup akses jalan menuju lokasi proyek, menuntut penghentian aktivitas hingga tercapai kesepakatan yang adil antara perusahaan dan masyarakat terdampak.


Dalam aksi yang didominasi kaum ibu itu, sempat terjadi kericuhan. Dua warga mengalami luka dan memar setelah berusaha menghindari tembakan gas air mata dari aparat keamanan. Meski demikian, situasi akhirnya kembali kondusif dengan pengawasan ketat dari pihak kepolisian dan TNI.


Ironisnya, tidak satu pun pejabat Pemerintah Kabupaten Kerinci, baik Bupati Monadi maupun anggota DPRD, terlihat hadir di lapangan untuk merespons tuntutan masyarakat.


Seorang warga yang ditemui di lokasi aksi mengungkapkan, persoalan utama terletak pada kompensasi yang dinilai tidak sebanding dengan kerugian yang dialami warga. Menurutnya, nilai Rp5 juta yang ditawarkan pihak PLTA terlalu kecil.


 “Janganlah Rp5 juta, itu tidak cukup untuk memulai usaha kami. Kalau tidak bisa mengikuti keinginan masyarakat, pihak PLTA seharusnya berani menawarkan angka yang pantas,” ujar salah seorang warga.


Warga menegaskan aksi ini murni digerakkan oleh masyarakat terdampak tanpa ada campur tangan pihak luar. Mereka juga meminta pihak manajemen PLTA, khususnya Aslori selaku pengambil kebijakan, untuk turun langsung menemui warga tanpa perantara, termasuk tanpa melibatkan aparatur desa.


Selain itu, masyarakat mendesak Bupati Kerinci untuk turun tangan menyelesaikan konflik, bahkan ada yang berharap mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ikut hadir sebagai mediator.


“Kami tidak menolak keberadaan PLTA. Tapi perhatikan juga nasib masyarakat terdampak, penuhi tuntutan kami,” tambah warga lain.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PLTA Kerinci Merangin Hidro. Sementara itu, aparat keamanan masih berjaga-jaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.


Penulis & Reporter : Prengki DS

Editor    : Irawan S

×
Berita Terbaru Update